Wajo, Geachanel.com – Pemerintah Kabupaten Wajo tak mau ambil risiko dalam urusan ibadah haji. Persiapan terus dimatangkan. Bahkan, pengawalan juga datang dari legislatif.
Sosok Amran, S.Sos., M.Si ikut hadir dan memberi perhatian serius dalam proses persiapan tersebut. Ia hadir selaku Ketua Karang Taruna, sekaligus anggota DPRD Wajo.
Sebanyak 1.955 calon jamaah haji dijadwalkan berangkat pada tahun 2026. Mereka akan terbagi dalam tujuh kelompok terbang (kloter).
Untuk memastikan semua berjalan tanpa hambatan, Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo menggelar rapat teknis di Aula Bappeda, Selasa (31/3/2026).
Rapat ini tidak main-main. Sejumlah unsur penting dilibatkan. Mulai dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Karang Taruna dan pemerintah kecamatan serta desa.
Kehadiran berbagai pihak ini menandakan satu hal: persiapan dilakukan total.
Penyusun Program Pengawasan Kesejahteraan Rakyat Pemda Wajo, Andi Yusri Jaya, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama.
“Tahun ini ada 1.955 jamaah dalam 7 kloter. Kita sudah rapatkan dengan tim pengamanan, TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan seluruh panitia,” ujarnya.
Menurutnya, tidak boleh ada celah. Semua harus terukur, mulai dari proses pemberangkatan hingga penjemputan jamaah nanti.
Di sisi lain, kehadiran Amran memberi sinyal kuat bahwa pengawasan tidak hanya datang dari eksekutif, tetapi juga dari legislatif.
Pesannya jelas: pelayanan kepada jamaah harus maksimal.
Pemerintah daerah berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini berjalan lancar tanpa kendala. Kenyamanan dan keamanan jamaah menjadi prioritas utama.
Dengan kekuatan koordinasi dan pengawalan lintas sektor, Wajo tampak serius memastikan satu hal—jamaah berangkat tenang, pulang pun aman.(Gea)
Tidak ada komentar