Gea
EDITOR
Redaktur GEACHANEL.COM yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
WAJO, GEANEWS.COM – Pemandangan berbeda terlihat di Desa Tonralipue, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Rabu (4/3/2026). Personel TNI bersama warga kompak turun ke jalan. Bukan untuk apel atau upacara, melainkan karya bhakti membersihkan lingkungan desa.
Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Danramil 1406-02/Tanasitolo, Kapten Inf Sudirman. Di bawah komando Sudirman, personel Koramil 1406-02/Tanasitolo bahu-membahu dengan masyarakat membersihkan sepanjang ruas jalan desa.
Rumput liar disabit. Sampah dikumpulkan. Material yang berpotensi mengganggu pengguna jalan disingkirkan. Aktivitas dilakukan secara gotong royong, tanpa sekat antara seragam loreng dan pakaian warga.
Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar rutinitas. Jalan desa menjadi urat nadi aktivitas warga. Ketika lingkungan bersih dan rapi, kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan pun lebih terjamin. Apalagi di musim penghujan, saluran yang tersumbat atau rumput yang tak terurus bisa menjadi pemicu genangan hingga kecelakaan kecil.
Kapten Sudirman menegaskan, karya bhakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI di wilayah binaan. Kehadiran TNI, katanya, bukan hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga kepedulian sosial.
“Kegiatan ini adalah bentuk kebersamaan kami dengan masyarakat. Selain menjaga kebersihan, ini juga untuk mempererat hubungan antara TNI dan warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia berharap gotong royong seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan terus menjaga lingkungan sekitar. Sebab, kebersihan desa bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama.
Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut. Bagi mereka, kehadiran TNI dalam kegiatan sosial menjadi penyemangat tersendiri. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, interaksi langsung antara aparat dan masyarakat memperkuat ikatan sosial yang telah terjalin.
Karya bhakti di Tonralipue menjadi potret bahwa budaya gotong royong masih hidup. Di tengah kesibukan masing-masing, kolaborasi sederhana seperti membersihkan jalan desa mampu menghadirkan dampak nyata: lingkungan yang lebih rapi, nyaman, dan tentu saja lebih aman bagi seluruh masyarakat. (Gea)
Tidak ada komentar