Pintu Rujab Terbuka Lebar, Bupati dan Wakil Bupati Wajo Siap Sambut Warga di Hari Lebaran

Gea
11 Mar 2026 14:37
Headline News 0 12
4 menit membaca
Gea EDITOR
Redaktur GEACHANEL.COM yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 86 Lihat semua

WAJO, GEACHANEL.COM — Lebaran tahun ini di Kabupaten Wajo dipastikan terasa berbeda. Pintu Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati akan terbuka lebar bagi masyarakat.

Banner Promosi WiFi

Bupati Wajo Andi Rosman dan Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin telah menyiapkan agenda open house Idulfitri 1447 Hijriah. Sebuah tradisi silaturahmi yang memberi kesempatan kepada warga untuk datang langsung, bersalaman, berbincang, dan merasakan kedekatan dengan pemimpin daerah mereka.

Momentum Lebaran memang selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak ada sekat birokrasi. Tidak ada jarak formalitas. Yang ada hanya kehangatan silaturahmi.

Di Wajo, suasana itu akan terasa di dua titik penting kota Sengkang.

banner 1080x1080

Rumah Jabatan Bupati di Jalan Veteran dan Rumah Jabatan Wakil Bupati di Jalan Andi Lantara akan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan.

Mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, pegawai pemerintah, hingga warga biasa.

Semua dipersilakan datang.

Tanpa undangan khusus.

Tanpa protokol yang kaku.

“Insya Allah halalbihalal di Rujab Bupati, Jalan Veteran,” kata Aipda Aji Momo, ajudan Bupati Wajo.

Hal senada disampaikan dari pihak Wakil Bupati.

“Kalau Pak Wakil insya Allah rencana di rujab juga, Jalan Andi Lantara, Sengkang,” ujar ajudan Wakil Bupati.

Menariknya, kedua rumah jabatan itu hanya berjarak sekitar 1,2 kilometer. Dengan kendaraan bermotor, jaraknya bisa ditempuh hanya sekitar tiga menit.

Artinya, masyarakat yang ingin bersilaturahmi bisa dengan mudah mengunjungi keduanya dalam waktu singkat.

Dari Veteran ke Andi Lantara.

Dari satu rumah jabatan ke rumah jabatan lainnya.

Semua dalam suasana Lebaran yang hangat.

Agenda open house ini juga memiliki makna penting secara pemerintahan. Kementerian Dalam Negeri sebelumnya memang mengimbau kepala daerah agar tetap berada di wilayah masing-masing selama libur Idulfitri.

Tujuannya jelas: memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan keamanan daerah tetap terjaga selama momen mudik dan liburan.

Namun di Wajo, kebijakan itu diterjemahkan dengan cara yang lebih hangat.

Tidak hanya sekadar “siaga di daerah”.

Tetapi juga membuka ruang silaturahmi dengan masyarakat.

Bagi Bupati Wajo Andi Rosman, rumah jabatan memang bukan sekadar bangunan resmi pemerintahan.

Ia pernah menegaskan filosofi rumah jabatan saat peresmian rujab pada 7 Januari 2026 lalu.

“Rumah jabatan itu bukan rumah pribadi pejabat, tapi rumahnya semua warga,” tegasnya.

Kalimat itu sederhana.

Namun maknanya dalam.

Bagi Andi Rosman, rumah jabatan adalah simbol pelayanan.

Simbol keterbukaan.

Simbol kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.

Karena itu, pintu rumah jabatan tidak boleh tertutup.

Ia harus menjadi tempat masyarakat bisa datang, bertemu, dan berdialog.

Tentu dengan tetap memperhatikan waktu dan kesempatan.

Lebaran menjadi momentum paling tepat untuk membuka ruang tersebut.

Tidak ada agenda formal.

Tidak ada pembahasan birokrasi yang rumit.

Yang ada hanya saling memaafkan.

Saling menyapa.

Dan saling mendoakan.

Tradisi open house sendiri sudah lama menjadi bagian dari budaya politik Indonesia. Presiden, gubernur, hingga bupati biasanya membuka rumah jabatan mereka untuk masyarakat pada hari pertama atau kedua Lebaran.

Namun bagi masyarakat daerah, tradisi ini punya arti tersendiri.

Ia menjadi simbol bahwa pemimpin tidak jauh dari rakyatnya.

Bahwa kekuasaan bukanlah tembok yang memisahkan.

Melainkan jembatan yang menghubungkan.

Di Wajo, tradisi itu tampaknya ingin terus dijaga.

Dengan dua rumah jabatan yang sama-sama terbuka, masyarakat akan memiliki ruang yang lebih luas untuk bersilaturahmi.

Tidak hanya dengan bupati.

Tetapi juga dengan wakil bupati.

Dua pemimpin daerah yang kini memimpin Wajo bersama.

Sementara itu, penentuan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sendiri masih menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Muhammadiyah telah lebih dulu memprediksi Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Namun pemerintah biasanya menetapkan tanggal resmi melalui sidang isbat.

Apapun hasilnya nanti, satu hal yang sudah pasti.

Lebaran di Wajo akan terasa lebih terbuka.

Lebih hangat.

Dan lebih dekat.

Karena pada hari itu, rumah jabatan bukan lagi sekadar bangunan resmi pemerintah.

Ia berubah menjadi rumah bersama.

Tempat warga datang.

Tempat pemimpin menyambut.

Tempat silaturahmi bertemu dengan harapan baru setelah sebulan berpuasa.

Dan di situlah makna Lebaran sesungguhnya terasa.

Bukan hanya kemenangan spiritual.

Tetapi juga kemenangan kebersamaan.(GEA)

Gambar berita GEACHANEL

Anda membaca GEACHANEL.COM, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x