Dari UGD ke Pucuk Pimpinan, dr. Andi Rijalul Fikri Resmi Pimpin RSUD Lamadukelleng

Gea
4 Mar 2026 10:45
2 menit membaca
Gea EDITOR
Redaktur GEACHANEL.COM yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 86 Lihat semua

WAJO , GEANEWS.COM– Karier dr. Andi Rijalul Fikri, M.Adm.Kes. memasuki babak baru. Dokter yang selama ini dikenal sebagai Kepala UGD RSUD Lamadukelleng itu kini resmi dipercaya menakhodai rumah sakit kebanggaan masyarakat Wajo tersebut.

Banner Promosi WiFi

Ia dilantik sebagai Kepala UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamadukelleng oleh Andi Rosman, Rabu, 4 Maret 2026. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Sengkang. Ini menjadi pelantikan kedua yang dilakukan Andi Rosman sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Wajo.

Dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b), Andi Rijalul Fikri kini memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar. Jika sebelumnya ia berjibaku di ruang gawat darurat—ruang yang identik dengan keputusan cepat dan tekanan tinggi—kini ia harus mengelola keseluruhan sistem rumah sakit, dari manajemen SDM hingga kualitas layanan.

Bukan hal asing bagi Rijalul Fikri menghadapi situasi genting. Bertahun-tahun memimpin UGD membuatnya terbiasa bekerja dalam tempo cepat, mengambil keputusan dalam hitungan menit, bahkan detik. Pengalaman itu diyakini menjadi modal penting dalam memimpin institusi pelayanan kesehatan yang kompleks seperti RSUD Lamadukelleng.

banner 1080x1080

Dalam arahannya, Bupati Andi Rosman menekankan pentingnya loyalitas, profesionalisme, dan inovasi. Rumah sakit daerah, katanya, bukan sekadar fasilitas kesehatan, tetapi wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

RSUD Lamadukelleng sendiri memegang peran strategis sebagai rumah sakit rujukan di Wajo. Tantangannya tidak ringan. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, ramah, dan berkualitas. Di sisi lain, rumah sakit juga dituntut beradaptasi dengan perkembangan sistem kesehatan nasional serta tata kelola berbasis akuntabilitas.

Penunjukan Andi Rijalul Fikri dinilai sebagai langkah regenerasi sekaligus penyegaran. Dari figur yang tumbuh dari internal rumah sakit, pemerintah daerah tampaknya ingin memastikan kesinambungan program berjalan tanpa gejolak.

Kini, sorotan tertuju pada langkah-langkah awal sang direktur baru. Apakah ia akan melakukan pembenahan manajemen? Apakah ada inovasi layanan yang akan diluncurkan? Publik tentu menunggu gebrakan.

Satu yang pasti, perpindahan dari ruang UGD ke kursi pimpinan bukan sekadar kenaikan jabatan. Ini soal tanggung jawab yang lebih luas: memastikan setiap warga Wajo mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan manusiawi. (gea)

Gambar berita GEACHANEL

Anda membaca GEACHANEL.COM, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x