Dari UGD ke Pucuk Pimpinan, dr. Andi Rijalul Fikri Resmi Pimpin RSUD LamadukellengWAJO , GEANEWS.COM– Karier dr. Andi Rijalul Fikri, M.Adm.Kes. memasuki babak baru. Dokter yang selama ini dikenal sebagai Kepala UGD RSUD Lamadukelleng itu kini resmi dipercaya menakhodai rumah sakit kebanggaan masyarakat Wajo tersebut.
Ia dilantik sebagai Kepala UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamadukelleng oleh Andi Rosman, Rabu, 4 Maret 2026. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Sengkang. Ini menjadi pelantikan kedua yang dilakukan Andi Rosman sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Wajo.
Dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b), Andi Rijalul Fikri kini memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar. Jika sebelumnya ia berjibaku di ruang gawat darurat—ruang yang identik dengan keputusan cepat dan tekanan tinggi—kini ia harus mengelola keseluruhan sistem rumah sakit, dari manajemen SDM hingga kualitas layanan.
Bukan hal asing bagi Rijalul Fikri menghadapi situasi genting. Bertahun-tahun memimpin UGD membuatnya terbiasa bekerja dalam tempo cepat, mengambil keputusan dalam hitungan menit, bahkan detik. Pengalaman itu diyakini menjadi modal penting dalam memimpin institusi pelayanan kesehatan yang kompleks seperti RSUD Lamadukelleng.
Dalam arahannya, Bupati Andi Rosman menekankan pentingnya loyalitas, profesionalisme, dan inovasi. Rumah sakit daerah, katanya, bukan sekadar fasilitas kesehatan, tetapi wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
RSUD Lamadukelleng sendiri memegang peran strategis sebagai rumah sakit rujukan di Wajo. Tantangannya tidak ringan. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, ramah, dan berkualitas. Di sisi lain, rumah sakit juga dituntut beradaptasi dengan perkembangan sistem kesehatan nasional serta tata kelola berbasis akuntabilitas.
Penunjukan Andi Rijalul Fikri dinilai sebagai langkah regenerasi sekaligus penyegaran. Dari figur yang tumbuh dari internal rumah sakit, pemerintah daerah tampaknya ingin memastikan kesinambungan program berjalan tanpa gejolak.
Kini, sorotan tertuju pada langkah-langkah awal sang direktur baru. Apakah ia akan melakukan pembenahan manajemen? Apakah ada inovasi layanan yang akan diluncurkan? Publik tentu menunggu gebrakan.
Satu yang pasti, perpindahan dari ruang UGD ke kursi pimpinan bukan sekadar kenaikan jabatan. Ini soal tanggung jawab yang lebih luas: memastikan setiap warga Wajo mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan manusiawi. (gea)


Tidak ada komentar