Refleksi Isra Mi’raj di Kodim 1406/Wajo

Gea
27 Jan 2026 05:40
Headline News 0 24
3 menit membaca

Wajo, Geanews.com — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah yang digelar Kodim 1406/Wajo pada Selasa (27/1/2026) menjadi lebih dari sekadar agenda rutin keagamaan. Dari pantauan wartawan di lokasi, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan karakter prajurit di tengah tuntutan tugas yang kian kompleks.

Banner Promosi WiFi

Acara berlangsung di Masjid Al Ikhlas Makodim 1406/Wajo, Jalan Kejaksaan, Kelurahan Bulupabbulu, Kecamatan Tempe. Sejumlah unsur pimpinan dan keluarga besar Kodim tampak hadir sejak awal kegiatan, mulai dari Kasdim 1406/Wajo Mayor Inf Askar, jajaran perwira staf dan Danramil, hingga prajurit, PNS, serta anggota Persit KCK Cabang XXIV.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana masjid terpantau khidmat, dengan seluruh peserta mengikuti rangkaian acara secara tertib. Tidak tampak nuansa seremonial berlebihan; justru yang menonjol adalah kesederhanaan dan kekhusyukan.

Dalam sambutannya, Mayor Inf Askar menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj seharusnya menjadi momentum refleksi bagi prajurit TNI, khususnya dalam menyeimbangkan profesionalitas tugas dengan kekuatan moral dan spiritual.

banner 1080x1080

Ia menyampaikan bahwa tantangan prajurit ke depan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik dan kemampuan teknis, tetapi juga keteguhan sikap, disiplin, dan integritas dalam menjalankan amanah negara.

Dari sudut pandang kegiatan, pesan tersebut sejalan dengan tema yang diangkat, yakni meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai fondasi pembentukan karakter prajurit yang prima. Tema ini dinilai relevan di tengah ekspektasi publik terhadap TNI yang profesional sekaligus humanis.

Ceramah Isra Mi’raj disampaikan oleh Ustad H.M. As’ad Ali, L.C. Dalam tausiyahnya, ia mengulas makna peristiwa Isra Mi’raj sebagai titik penting dalam sejarah Islam, terutama terkait perintah shalat lima waktu. Ia menekankan bahwa shalat tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan kontrol diri.

Menurut penceramah, keberhasilan seseorang—termasuk prajurit—tidak semata diukur dari kecakapan fisik dan jabatan, melainkan dari kualitas iman dan akhlak dalam keseharian. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, dan tanggung jawab disebut sebagai fondasi moral yang perlu terus dijaga.

Pantauan di lapangan menunjukkan para prajurit dan peserta mengikuti ceramah dengan serius. Beberapa tampak mencatat poin-poin penting, menandakan materi yang disampaikan tidak sekadar didengar, tetapi juga diinternalisasi.

Secara keseluruhan, peringatan Isra Mi’raj di Kodim 1406/Wajo ini mencerminkan upaya internal TNI AD di tingkat kewilayahan untuk memperkuat mental dan spiritual prajurit. Pendekatan ini dinilai penting, mengingat peran Babinsa dan satuan teritorial bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga sikap dan akhlak prajurit menjadi cerminan institusi di mata publik.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Dari pantauan wartawan, pesan yang mengemuka bukan hanya soal ibadah, tetapi juga penegasan bahwa penguatan karakter tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan TNI yang profesional dan dipercaya rakyat.(gea)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x